Jumat, 04 Juli 2014

ketika harapan perlahan pergi

oktober 2013, awal semua.....
aku tak pernah menyangka, secepat ini harus ku lupakan impian2 itu.
saat pertama ku nikmati arti sukses.....
aku hanya ingin membuat orangtuaku bangga akan ku....membuat mereka tak lagi di remehkan orang.
tapi haruskah semua hanya datang sesaat?
haruskah kembali aku harus terjatuh?
kali ni aku tak tahu, siapa yang dapat membantuku bangkit....
karena terakhir kali aku terjatuh, hanya impianku yg mengulurkan tangannya untukku.
jika kai ini aku harus kehilangan impian itu, lalu siapa yg dapat membantuku....
semua hanya memikirkan dirinya, tanpa ku tahu...sempatkah mereka berfikir tentang ku.

harapan untuk membina sebuah hubu ngan pernikahan sudah lama tersimpan jauhdi lubuk hati ku....
kini...haruskah kembali harus ku simpan dan ku tutup rapat impian dan
yang akan mendjatuhkanku ke dalam jurang dari tebing yang sangat tinggi....dan hanya aku dan riri yang pernah mendengar dan mengetahui hal itu. karena aku tK mau membuat kalian khawatir akan ku... tapi cobalah sedikit saja mengerti aku....
jika bukan karena pertolongan Tuhan....aq mungkin sudah berada di tempat rehabilitasi jiwa.... aku selalu berhalusinasi menjadi orang lain....aku berkomunikasi dengan seseorangbyang tak pernah terlihat....yang seringkali bahkan membuat aku takut....
aku bisa men harapanku untuk hidup yang jauh lebih baik?

kemana aku harus berkeluh kesah...jika tiap kali mereka hanya berfikir tentang mereka, tanpa sempat memperdulikan aku?
tak sadarkah mereka, jika dibalik tubuh kuat ini, tersimpan jiwa yang rapuh?
tak taukah mereka....mata ini selalu basah oleh derasnya airmata kesedihan yang hanya aku dan Rabb ku yang tahu.
tak bisakah mereka, menghapus setetes saja airmata itu...jika hanyz setetes pun mereka tak sanggup, bagaimana mereka bisa menjagaku?

pernah ada seseorang ypsikolog yang mengatakan, aku memiliki kepribadian ganda... yang suatu saat akan mencelakakanku...
seringkai aku berhalusinasi,rkomunikasi dengan seseorang yang tak pernah ada, dan seringkali pula aku di buat takut olehnya....kadang ia menjadi temanku, kadang pula ia jencelakakakanku....tapi tetap saja aku akan kembali padanya....karena hanya dia lah teman  ku...yang selalu ada kapanpun aku mau.
jika bukan karena kasih sayng Tuhan...mungkin bukan disini tempatku berada sekarang.
jika aku sakit...bukan obat yang akan menyembuhkanku....tapi karena inginku lah yg akan menyembuhkan...
ahhh....sudahlah...jika aku menceritakan semua..aku yakin,kalian hanya akan menganggapku mengada2...

Senin, 30 Juni 2014

prakata

Untuk siapapun yang membaca isi dari blog ini...
ini hanyalah sedikit ketikan ku tentang aku, hidupku dan dunia ku....aku tak pernah mengharap iba hanya ingin berbagi cerita.

bukan itu

Saat Diam Menjadi Sahabat Sejati

Saat diam menjadi sahabat sejati...
Saat itulah, semua menjadi hanya sebuah mimpi....
Berlari pun hanya akan menghilangkan sejenak, namun tak dapat menyembuhkan.
Dan hanya diam yang mampu untuk di lakukan....

Bukan ta peduli pada mereka, tapi mereka yang seakan tak peduli akan ku.
Bukan tak ingin melihat kebahagiaan mereka, tapi mereka yang tak tahu bagimana cara membuat ku bahagia.
Aku takut akan dunia, karena seolah mereka mentertawakan hidupku....
karena itu...Ingin ku ciptakan dunia ku, dimana hanya ada aku, dan impian serta khayalanku.....

Dalam diam yang seakan telah menjadi sahabat sejati ku, tersimpan lautan airmata yang sering tertuang di alas tidur ku.....tersimpan kesunyian jiwa, yang sering tertuang dalam kisah kertas ku, yang ku isi, ku baca dan ku buang jauh, hingga tak ada seorang pun yang tahu akanku....

Raga ini dapat mereka tatap, dapat mereka sentuh, dan dapat mereka dekap... tapi tidak dengan hati ini.

Ku biarkan diam menjadi sahabat sejatiku, karena hanya dengan itu, aku dapat meyembunyikan hati ku. 


tentang ku

Aku terlahir dengan segala kelebihan dan kekurangan yang sampai detik ini harusnya ku syukuri adanya... mungkin bagi sebagian mereka, terlahir sebagai "cewek tomboy" adalah sebuah kabahagiaan....tapi tidak untukku....

Di usia ku yang saat ini mendekati kepala 3, aku masih belum dipertemukan Tuhan dengan pasangan hidup ku. pernah rasa takut menghantui ku... apakah aku akan sendiri selamanya??? tapi segera ku tepis rasa takut itu, dengan satu keyakinan... Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasangan.

Sampai akhirnya, tak lagi ku biarkan fikiran itu merusak senyumku.... ku biarkan khayalan itu terbang bebas dalam pekerjaan ku...ku sibukkan diriku untuk mengejar impian impian dunia ku, memikirkan kebahagiaan orang tua ku, dan mencoba untuk menutupi sedih itu dengan seolah tak ada tangis di hati ku.

Meski kadang, dalam diam dan kesendirian, rasa itu selalu terus dan terus menghantui dan menyakiti ku.

Aku bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta, karena trauma ku tak bisa ku hapus hingga kini, yaa...trauma....pertama kali aku merasakan bagaimana rasanya di cintai, saat itu pula aku harus merasakan, bagaimana rasanya ketika cinta itu tak di restui.....

Tak ada guna aku sesali, tapi hal itu telah membuat ku takut untuk kembali bermimpi.

Aku bahkan mencoba untuk menutup diri dari rasa itu, karena aku tak mau sakit untuk kedua kali....sampai hatiku mengatakan, biarkan mereka menguasai dirii mu, karena sebenarnya, kau tak punya hak atas dirimu.
biarkan mereka menentukan jalanmu, karena mungkin itu yang terbaik untukmu.

entah sampai kapan aku akan seperti ini, semua suratan sudah tertulis di garis tangan, dan aku hanya perlu percaya dan terus meyakini....semua akan indah pada waktunya.....